PENENTUAN TINGKAT PENCEMARAN LIMBAH INDUSTRI TEKSTIL BERDASARKAN NUTRITION VALUE COEFICIENT BIOINDIKATOR

Tags:

Publication Type:

Journal Article

Authors:

Yuli Pratiwi

Source:

Jurnal Teknologi, Volume 3, Number 2 (2010)

Keywords:

koefisien nilai nutrisi bioindikator, limbah industri tekstil

Abstract:

Industri tekstil menghasilkan limbah cair berwarna yang dapat menyebabkan pencemaran air dan bersifat toksis bagi bioindikator (ganggang dan ikan). Penelitian ini menggunakan ikan sebagai bioindikator untuk menentukan tingkat pencemaran limbah industri yang dibuang ke sungai. Tujuan penelitian adalah mengetahui tingkat pencemaran air di Sungai Blader di Cilacap setelah menerima limbah industri tekstil, berdasarkan koefisien nilai nutrisi (NVC: Nutrition Value Coeficient) ikan yang hidup di sungai ini, serta mengetahui kualitas air sungai tersebut berdasarkan parameter fisik dan kimia
Lokasi Penelitian adalah di Sungai Blader Cilacap yang merupakan tempat pembuangan limbah cair industri tekstil. Penelitian ini di lakukan dalam tiga tahap selama tiga bulan. Tahap pertama adalah penentuan koefisien nutrisi bioindikator (ikan uji) dan pemeriksaan kualitas air Sungai Blader yang dilakukan di lokasi penelitian. Tahap kedua adalah analisis limbah industri tekstil di Laboratorium Teknik Lingkungan IST AKPRIND Yogyakarta. Tahap terakhir adalah analisis data dan pembuatan laporan penelitian.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa limbah cair industri tekstil yang dibuang di Sungai Blader Cilacap, dapat menurunkan koefisien nilai nutrisi ikan uji (ikan betik / Anabas testudineus, BL) menjadi 1,53- 1,63 yang berarti tidak memenuhi syarat untuk dikonsumsi manusia. Kualitas air Sungai Blader di lokasi pembuangan limbah industri tekstil, mengalami pencemaran lebih berat dibandingkan lokasi pengamatan lain dilihat dari parameter temperatur, pH, CO2, kekeruhan dan O2 terlarut. Limbah industri tekstil yang dibuang di Sungai Blader Cilacap, sebagian parameternya masih memenuhi syarat baku mutu air limbah yang berlaku di Jawa tengah , hanya ada tiga parameter yang melebihi standar baku yaitu COD, pH air, dan Ammonia bebas.

AttachmentSize
129_137_yul_pratiwii.pdf296.67 KB

(c) 2009 Jurnal teknologi FTI IST AKPRIND
Developed by UPT PUSKOM IST AKPRIND

Who's online

There are currently 0 users and 12 guests online.